Banner 468 x 60px

 

Monday, November 24, 2014

Selamat Hari Guru

0 comments

Read more...

Thursday, November 20, 2014

Layanan Info dan Konsultasi PPDB 2015-2016

0 comments

atau dapat mengubungi,
No Telp Sekolah : 021-82429680

Silakan mengisi DAFTAR TUNGGU secara Online
dengan meng-klik link Online Registration.
Data yang masuk akan menjadi prioritas
saat pendaftaran resmi telah dibuka


UPDATE DATA PENDAFTAR


Read more...

Saturday, November 15, 2014

Update Data Daftar Tunggu/Buku Tamu Online

0 comments

PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU 2015-2015
Update Data Daftar Tunggu/Buku Tamu Online
(data ini bukanlah data pendaftaran resmi,
namun akan menjadi prioritas saat pendaftaran resmi telah dibuka)

Read more...

Monday, November 10, 2014

LKTD 2014

0 comments

Read more...

Saturday, June 28, 2014

Kisah Calon Raja dan Bibit Pohon

0 comments
Dahulu kala, ada seorang raja di daerah timur yang sudah tua. Ia menyadari bahwa sudah dekat saatnya ia mencari pewaris kerajaannya. Ia tidak ingin mewariskan kerajaannya itu kepada salah satu dari bawahannya ataupun anaknya, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang berbeda.

Ia memanggil seluruh anak muda di seluruh kerajaannya. Ia berkata, "Sudah saatnya bagiku untuk mengundurkan diri dan memilih raja yang baru. Aku memutuskan untuk memilih salah satu di antara kalian."

Anak-anak muda itu terkejut! Tetapi raja melanjutkan, "Aku akan memberikan kalian masing-masing satu bibit hari ini. Satu bibit saja. Bibit ini sangat istimewa. Aku ingin kalian pulang, menanamnya, merawatnya dan kembali ke sini lagi tepat 1 tahun dari hari ini dengan membawa hasil dari bibit yang kuberikan hari ini. Kemudian aku akan menilai hasil yang kalian bawa, dan seseorang yang aku pilih akan menjadi raja negeri ini!"

Ada seorang anak muda yang bernama Ling yang berada di sana pada hari itu dan ia, seperti yang lainnya, menerima bibit itu. Ia pulang ke rumah dan dengan antusias memberitahu ibunya tentang apa yang terjadi. Ibunya membantu Ling menyediakan pot dan tanah untuk bercocok tanam, dan Ling menanam bibit itu kemudian menyiraminya dengan hati-hati.

Setiap hari ia selalu menyirami, merawat bibit itu, dan mengamati apakah bibit itu tumbuh. Setelah beberapa minggu, beberapa dari anak muda itu mulai membicarakan mengenai bibit mereka dan tanaman yang telah mulai tumbuh. Ling pulang ke rumah dan memeriksa bibitnya, tetapi tidak ada hasilnya.

Tiga minggu, empat, dan lima minggu berlalu. Tetap tidak ada hasilnya. Sekarang ini, para anak muda memperbincangkan tentang tanaman mereka. Tetapi bibit Ling tetap belum tumbuh, dan ia mulai merasa seperti pecundang. Enam bulan berlalu, tetap belum tumbuh juga. Ia berpikir bahwa ia telah membunuh bibit itu. Setiap orang memiliki pohon dan tanaman yang tinggi, tetapi ia tidak memiliki apa-apa. Ling tidak berkata apa-apa kepada temannya. Ia tetap menunggu bibitnya tumbuh.

Satu tahun berlalu sudah dan semua anak muda di seluruh kerajaan membawa tanaman mereka kepada raja untuk dinilai. Ling putus asa dan tidak ingin pergi dengan membawa pot yang kosong. Tetapi ibunya memberinya semangat untuk pergi dan membawa potnya.

Ling harus jujur mengenai apa yang terjadi dengan bibit itu,saran ibunya. Ling sadar bahwa saran ibunya benar. Dan ia pergi ke istana dengan membawa pot yang kosong. Ketika Ling tiba, ia kagum melihat berbagai macam tanaman yang dibawa oleh teman-temannya yang lain. Semuanya indah, dalam ukuran dan bentuk. Ling meletakkan pot yang kosong itu ke lantai dan banyak orang menertawainya. Beberapa merasa kasihan kepadanya.

Ketika raja datang, ia mengamati ruangan itu dan menyalami rakyatnya. Ling berusaha untuk bersembunyi di bagian belakang. "Wah, betapa indahnya tanaman, pohon, bunga yang kalian bawa," kata raja. "Hari ini, salah seorang dari kalian akan ditunjuk menjadi raja selanjutnya!" Seketika, sang raja melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Ia memerintahkan pengawalnya untuk membawa Ling ke depan.

Ling sangat ketakutan. "Sang raja tahu aku seorang pecundang! Mungkin ia akan memerintahkan aku untuk dihukum!" Ketika Ling tiba di depan, sang raja menanyakan namanya. "Namaku Ling," jawab Ling. Semua orang menertawakannya.

Sang raja menenangkan situasi itu. Ia melihat Ling, dan kemudian mengumumkan ke seluruh kerajaan, "Lihatlah, ini raja kalian yang baru! Namanya adalah Ling!" Ling tidak mempercayai apa yang barusan dikatakan raja. Ia bahkan tidak bisa membuat bibit itu tumbuh, mengapa ia bisa menjadi raja yang baru?

Kemudian sang raja berkata, "Satu tahun lalu, aku memberikan setiap orang sebuah bibit. Dan kukatakan kepada kalian untuk mengambilnya, menanamnya, dan merawatnya, kemudian membawanya kembali kepadaku hari ini. Tetapi aku memberikan kalian bibit yang sudah direbus sehingga tidak akan bisa tumbuh. Kalian semuanya, kecuali Ling, membawakanku pohon, tanaman, bunga. Ketika kalian menyadari bahwa bibit itu tidak bisa tumbuh, kalian menukarkan dengan bibit lain."

"Hanya Ling yang memiliki keberanian dan kejujuran untuk membawakanku sebuah pot kosong dengan bibitku di dalamnya. Maka demikian, ia yang akan menjadi raja yang baru."

sumber : http://ramadan.detik.com/read/2014/06/27/151410/2621372/630/2/kisah-calon-raja-dan-bibit-pohon
Read more...

Saturday, June 14, 2014

Peraih UN tertinggi se-Indonesia

0 comments

Jilan Zahra Jauhara menjadi siswa SMP dengan raihan nilai ujian nasonal tertinggi se-Indonesia. Siswa SMP Negeri 99 Jakarta tersebut mendapat nilai 39,75.

Ditemui di rumahnya di Perumahan Jatinegara Indah, Jakarta Timur, Jilan mengaku tak menyangka meraih nilai tertinggi seanteri Nusantara. Karena dia merasa tak melakukan hal yang istimewa dalam persiapan UN. 

"Belajar biasa saja, ikut pendalaman materi dan mengerjakan soal-soal latihan," kata Jilan kepada Tempo, Sabtu, 14 Juni 2014.


Bahkan, dia pun mengetahui informasi soal prestasinya itu dari kawan-kawannya. "Teman saya yang ngasih tahu, katanya lihat dari internet," kata dia. Setelah itu dia memastikan sendiri dengan mengaksesnya internet langsung. Pihak sekolah pun baru mengabarinya belakangan.

Jilan mendapatkan nilai hampir sempurna. Jilan mendapat nilai 10 untuk tiga mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika. Hanya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dia mendapat nilai 9,75.

Dengan nilai tersebut, Jilan pun menjadi siswa SMP dengan raihan UN tertinggi di Jakarta. Menyusul dibelakangnya Monica Cory Angel asal SMP Kristen BPK Penabur Jakarta Timur dengan nilai 39,55. Selanjutnya ada Elmira Zanjabila asal SMP 85 Jakarta Selatan yang mendapat nilai 39,40.

Nilai Ujian Nasional SMP tertinggi diraih oleh seorang siswi dari SMP 99 Jakarta, Jilan Zahra Jauhara. Siswi berusia 13 tahun tersebut ternyata sudah menunjukan bakat kecerdasannya sejak dini.

Ibunda Jilan, Wieke Pratiwi, 48 tahun, menuturkan, anak keduanya memiliki kemampuan intelijensia lebih sejak masa kecil. Yang paling menonjol, Jilan pernah mengikuti akselerasi ketika duduk di bangku sekolah dasar. 

"Waktu kelas 2, dia akselerasi langsung kelas 4," kata Wikeke kepada Tempo, Sabtu, 14 Juni 2014. Itu sebabnya, kata dia, di usia 13 tahun Jilan bisa lulus SMP.

Ayahandanya, Rakhmad Fudja, 56 tahun, mengatakan Jilan memiliki hobi membaca. "Dia memang senang baca, seneng browsing-browsing," kata dia. Karenanya, Jilan punya banyak masukan informasi yang lebih.

Rakhmad pun menuturkan anak bungsunya itu jarang bermain keluar rumah. "Biasanya teman-temannya main ke rumah," kata dia. Anaknya sering menghabiskan waktunya bersama buku dan laptop. "Kami juga tak pernah paksa dia untuk belajar, dia sadar sendiri."

Jilan mengatakan, kedua orang tuanya jarang menyuruhnya belajar. Waktu belajarnya pun tak begitu ketat. "Yang penting setiap hari harus belajar. Sehari sekali lah," kata dia.

Jilan mendapatkan nilai hampir sempurna dalam UN SMP. Di tiga mata pelajaran yang diujikan, dia mendapat nilai 10, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika. Hanya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dia mendapat nilai 9,75.

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/06/15/083585031/Jilan-Siswi-SMPN-99-Peraih-Nilai-UN-Tertinggi
Read more...

Wednesday, June 4, 2014

Wisuda Qur'an 2014

1 comments
Read more...
 
.:[Close]:.
Welcome